Tuesday, July 17, 2012

aku ingat


aku sudah lewat sini berkali kali
lebih, aku melewatinya belasan kali
tidak, mungkin puluhan kali
lihat! itu pojok batu yang biasa kusinggahi
ketika kaki ini tak bersahabat, aku biasa duduk di sana
ceruknya kuingat dalam otakku yang mungil
setiap guratan di atas batu berpigmen itu
dan lekuknya yang jauh dari sempurna
semua itu terekam jelas di memoriku yang sempit
aku ingat semerbak buih kopi ini
kau ajariku menebak asalnya
dari penggilingan di utara, itu yang kau bilang
dan bibirmu merona merah saat menyesap aromanya
dan setiap angin yang menyapu tipisnya kulitku
ya, aku tahu apa ini, angin yang datang dari pantai sana
angin asin katamu, berasal dari air mata dewi
entah dewi siapa aku tak ingat
kepalaku penuh, sesak, hingga aku tak bisa berpikir
tapi aku ingat aspal- aspal ini
ya, bukan puluhan, tapi ratusan kali aku melewatinya
waktu itu aku gila dan bahagia
sebelum kau mati dimakan samudera





No comments:

Post a Comment