Tuesday, July 17, 2012

kau bilang

kau bilang aku cantik
dengan gincu merah menyala
dan alis lebat membingkai mata nyalangku
tapi kau bilang ia juga cantik
dengan senyum malu dan manja geraknya
dan wanita tambun dari kampungmu
ya, kau bilang ia pun cantik
karena ia molek dan bercahaya
kau bilang aku pelacur andalan
tapi aku membela diriku yang semakin rapuh
hilang terlibas bayangmu
aku melacurkan diri hanya padamu, kataku
saat bintang meredam senja
saat bibir kita bersatu tanpa jeda
kau bilang aku liar
karena aku bersolek tak terkira
dan tak henti menghisap tembakau siang malam
kau termenung dalam durjanamu
aku tak bisa masuk kesana untuk merabanya
kau bilang aku jenaka
sorot mataku pun kau suka
liat ketika kau tatap, dan naluriku seperti ular
kau puja aku dan kau cerca kemudian
aku sudah biasa
mereka bilang aku bodoh
terjungkal dalam lembayung katamu
ungu dan menggantung, aku bisa berbuat apa?
ku asah pisau dari ibuku
belah saja kepalaku, teriakku
hanya ada rupa jahatmu disitu


No comments:

Post a Comment