Friday, June 10, 2016

Hampir

Yang hampir - hampir itu sering membuat pikiran mangkir.
Ingat tidak waktu kau mengira mangkuk kucing itu cangkir?
Atau saat kau tutup pintu kedai karena kau kira kau yang terakhir?

Paham benar aku kalau kau sudah lupa semua itu hanya karena segelas bir.
Oh tidak,  manisku, aku tak bermaksud satir.
Toh kata - kataku itu bukan sesuatu yang nadir.

Yang hampir - hampir itu sering membuat pikiran mangkir.
Ingat tidak waktu rasa sayangmu masih sering mampir?
Oh iya. Itu semua sudah berakhir.
Tentu kau tak tahu hilangmu membuat mulutku terus berdzikir.

Kadang ku tengok waktu yang telah lama minggir.
Masih pekat dan hangat suhu badanmu terasa di bibir.
Hanya ekstase yang tertinggal, akalku hilang entah kemana melipir.

Yang hampir - hampir itu sering membuat pikiran mangkir.
Butuh ribuan doa untuk menghentikan air mata yang mengalir.
Toh aku tetap di sini, membungkuk di depanmu, berterima kasih kau sempat hadir.


Jakarta, 9 Juni 2016

Diiringi angin semilir, terima kasih sudah sempat hadir, walau hanya sekedar untuk plesir.

No comments:

Post a Comment